Highlight Article

VALIDASI DAN INOVASI: TIM AKADEMIK ALIF IQRA LAKUKAN TASHIH METODE ALIFUN BERSAMA SYEIKH DR. AS-SAID MUHAMMAD ALI AL-AZHAR

Komitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi generasi pembelajar Al-Qur’an selalu menjadifokus utama Alif Iqra. Melalui divisi akademik, Alif Iqra secara konsisten melakukan riset dan pengembangan (Research and Development) guna menciptakan media pembelajaran yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki akurasi metodologi yang kuat dan teruji.

Dalam rangkaian proses panjang tersebut, tim akademik telah melakukan studi mendalam ke berbagai tempat serta lembaga Al-Qur’an sejenis, termasuk mempelajari struktur metodologi iqra yang sudah ada. Puncaknya, tim akademik berkesempatan menemui salah satu pakar Al-Qur’an internasional, Syeikh DR. As-Said Muhammad Ali al-Azhar yang juga merupakan Wakil Menteri Agama Mesir saat beliau sedang berkunjung ke Indonesia. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk melaksanakan proses tashih, sebuah langkah validasi kepenulisan atas Metode Alifun yang telah disusun secara mandiri oleh tim Alif Iqra.

PROSES VALIDASI KEPENULISAN OLEH PAKAR INTERNASIONAL

Sebagai PIC  Akademik Alif Iqra, Kak Ocha menjelaskan bahwa alasan utama di balik pelaksanaan tashih ini adalah untuk mendapatkan testimoni sekaligus pengujian langsung dari ulama yang ahli di bidangnya. Langkah validasi ini penting demi memastikan kelayakan, kesahihan, dan mutu dari materi yang akan diajarkan kepada murid.

Proses tashih berlangsung dengan sangat khidmat dan detail. Tim Akademik Alif Iqra membawa empat level buku Metode Alifun yang telah dirancang. Syeikh  DR. As-Said Muhammad Ali al-Azhar menyambut kehadiran tim dengan sangat ramah serta terbuka. Beliau dengan penuh ketelitian membaca lembar demi lembar buku Alifun, mulai dari level  A Ba hingga level Sin Syin.

Proses pengujian intensif ini memakan waktu sekitar empat jam, dimulai dari jam 10 pagi hingga jam 2 siang. Selama proses tersebut, Syeikh DR. As-Said Muhammad Ali al-Azhar memberikan perhatian yang luar biasa mendalam. Beliau memberikan catatan-catatan perbaikan yang sangat jeli, mulai dari koreksi kesalahan huruf, tata cara penulisan, konsep tata letak (layout), hingga struktur penataan buku. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan masukan berharga mengenai redaksi doa di awal dan doa di akhir pembelajaran sebagai penyempurna buku ini.

APRESIASI DAN INOVASI METODE PHONIC

Di samping catatan perbaikan yang diberikan, Syeikh DR. As-Said Muhammad Ali al-Azhar menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Metode Alifun. Menurut beliau, metode ini cukup unik karena mengintegrasikan pendekatan hijaiyyah phonic (pendekatan bunyi) dalam mengenalkan huruf-huruf hijaiyah kepada anak-anak. Meskipun terdapat beberapa perbedaan rujukan antara standar mushaf yang berlaku di Indonesia dengan standar mushaf internasional, beliau menegaskan bahwa Metode Alifun merupakan sebuah inovasi yang sangat baik dan adaptif bagi murid-murid Alif Iqra dalam mempercepat kemampuan membaca Al-Qur’an.

KEUNGGULAN METODE ALIFUN: INTERAKTIF DAN EFISIEN

Kak Ocha mengungkapkan bahwa setiap metodologi Al-Qur’an yang ada di Indonesia memiliki kekhasan dan keistimewaan masing-masing. Oleh karena itu, Tim Akademik Alif Iqra menaruh rasa takzim dan hormat yang setinggi-tingginya kepada para penyusun metodologi Al-Qur’an terdahulu yang telah menjadi sumber inspirasi dalam melahirkan Metode Alifun ini. Namun, yang menjadi keunggulan utama dari Metode Alifun ini adalah penggunaan pendekatan hijaiyyah phonic yang sangat ramah anak, khususnya untuk usia 2 hingga 5 tahun.  Selain itu, buku di setiap level dilengkapi dengan worksheet interaktif yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Keunggulan lainnya terletak pada efisiensi kurikulum yang diringkas secara padat menjadi hanya 4 level. Peringkasan ini diharapkan mampu meningkatkan keefektifan dan akselerasi anak dalam menyelesaikan target belajar membaca buku dengan lebih cepat. Secara teknis, kepenulisan buku ini juga menerapkan struktur peluang yang matematis, di mana kemunculan setiap satu huruf dalam buku dapat dihitung secara presisi frekuensi keluarnya.

LANGKAH STRATEGIS DAN STANDARDISASI KOMPETENSI GURU

Pasca-proses tashih bersama Syeikh DR. As-Said Muhammad Ali al-Azhar, Alif Iqra telah menyiapkan peta jalan strategis untuk implementasi metode ini secara luas. Langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah membawa Metode Alifun ke Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk proses validasi tingkat nasional, yang kemudian akan dilanjutkan ke tahap percetakan massal. Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Divisi Akademik Alif Iqra juga telah menyelenggarakan program pelatihan (training) intensif yang bersifat wajib bagi seluruh guru Alif Iqra. Rangkaian materi pelatihan yang diberikan mencakup strategi pembelajaran yang efektif, penguatan lagu pengantar atau penggunaan buku yang dipadukan dengan irama lagu Rost, strategi taktis khatam Al-Qur’an, hingga strategi khusus pengajaran level dasar (usia 3-5 tahun). 

Program pelatihan ini diakhiri dengan sesi microteaching dan munaqasah untuk menguji kesiapan mengajar para guru. Melalui standardisasi pelatihan ini, Kak Ocha berharap seluruh guru Alif Iqra memiliki pemahaman dan keterampilan yang seragam dalam menerapkan Metode Alifun. Dengan demikian, kualitas pengajaran Al-Qur’an yang diberikan kepada para murid di berbagai wilayah dapat terjaga dengan standar mutu terbaik.

#TashihMetodeAlifun #AlifIqra #MetodeAlifun #InovasiBelajarQuran  #GuruAlifIqra

Related Articles

VALIDASI DAN INOVASI: TIM AKADEMIK ALIF IQRA LAKUKAN TASHIH METODE ALIFUN BERSAMA SYEIKH DR. AS-SAID MUHAMMAD ALI AL-AZHAR

SILATURAHMI DAN KEBERSAMAAN LEBIH KUAT DALAM BUKBER ALIF IQRA

SANLAT ALIF IQRA 2026: LEVEL UP RAMADHAN SERU & BERMAKNA

Ajak Remaja “Level Up” Kualitas Salat, Teens & Beyond Hadir di MABIT Madrasah Pembangunan