Edukasi

Bukan Disuruh Belajar Terus, Ini Rahasia Ibunda Aisyah & Nadya CoC Cetak Grand Master Memori Termuda

Ingin anak berprestasi tanpa harus selalu ditemani belajar? Simak tips parenting on purpose ala Bunda Rahma di Kajian Parenting Alif Iqra berikut ini.

Daftar Isi

Nama Aisyah dan Nadya sukses mencuri perhatian publik lewat kecerdasan mereka di ajang Clash of Champions (CoC) Ruangguru. Di balik deretan prestasi gemilang sebagai Grand Master Memori termuda dengan koleksi ratusan medali internasional, banyak orang tua penasaran dengan metode belajar yang diterapkan di rumah.

Menariknya, Rahmawati, S.Pt., MM, ibunda dari Aisyah dan Nadya yang akrab disapa Bunda Rahma, justru memilih jalan berbeda. Sejak kecil, ia mengaku tidak pernah sekalipun begadang menemani anak-anaknya mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR).

Rahasia Parenting Bunda Rahma: Cara Mendidik Anak Berprestasi Tanpa Harus Ditemani Belajar

Banyak orang tua yang rela begadang demi menemani anak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR). Namun, Bunda Rahma justru memilih pendekatan yang bertolak belakang: sejak kecil, ia tidak pernah sekalipun mendampingi anak-anaknya mengerjakan tugas sekolah.

Hasilnya sangat mengejutkan. Kedua putrinya, Aisyah dan Nadya, berhasil tumbuh menjadi Grand Master Memori termuda, meraih ratusan medali internasional, dan dikenal luas sebagai peserta Clash of Champions (CoC) Ruang Guru.

Bagaimana rahasia di balik kesuksesan tersebut? Kisah inspiratif ini dibagikan langsung oleh Bunda Rahma dalam Webinar Kajian Parenting Alif Iqra, sebuah program rutin bulanan yang dirancang untuk mendampingi Ayah dan Bunda bertumbuh bersama dalam mendidik anak.

Les mengaji privat menggunakan buku Alifun
Cuplikan podcast Kajian Parenting bunda Rahmawati di Youtube Alif Iqra Official.

Siapa Sosok Bunda Rahma?

Rahmawati, S.Pt., MM, atau yang akrab disapa Bunda Rahma, adalah seorang akademisi, praktisi parenting, sekaligus pakar talent mapping lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB). Latar belakang ilmunya terbukti lewat pencapaian gemilang kedua putrinya.

Nadya telah mengumpulkan lebih dari 60 medali, sementara Aisyah mencetak rekor dengan lebih dari 120 medali. Prestasi mereka tidak hanya di bidang memori, tetapi juga mencakup pengalaman pertukaran pelajar dan kejuaraan catur putri.

Bagi Bunda Rahma, membagikan ilmu parenting adalah bentuk pengabdian. “Saya ingin berbagi dengan tujuan mudah-mudahan jadi amal jariah,” ungkapnya.

Les mengaji privat menggunakan buku Alifun
Cuplikan podcast Kajian Parenting bunda Rahmawati di Youtube Alif Iqra Official.

Mengenal “Parenting on Purpose”: Pola Asuh Berbasis Tujuan

Dalam mendidik anak, Bunda Rahma menggabungkan berbagai pendekatan, di mana yang paling dominan adalah prinsip Parenting on Purpose. Ini adalah metode pengasuhan yang didasarkan pada tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang telah disepakati bersama di dalam keluarga.

Pengalaman masa kecilnya yang dididik dengan disiplin tinggi turut membentuk karakter pengasuhannya saat ini. “Saya enggak mudah luruh dengan hal-hal yang cemen. Saya cukup kuat dan terbiasa menghadapi hal-hal yang berat,” jelasnya. Mode bertahan hidup (survival mode) inilah yang justru membantunya selalu kreatif mencari alternatif solusi saat menghadapi tantangan pengasuhan.

4 Prinsip Dasar Mendidik Anak Mandiri dan Berprestasi

Konsistensi adalah kunci. Berikut adalah empat prinsip utama yang ditanamkan Bunda Rahma kepada Aisyah dan Nadya sejak usia dini:

  • Keimanan dan Fondasi Agama yang Kuat Kedua anaknya disekolahkan di lembaga pendidikan Islam sejak TK hingga SMP. Tujuannya adalah membangun dasar akidah yang kokoh sebelum mereka terjun ke lingkungan yang lebih heterogen di jenjang SMA.

  • Kepercayaan Penuh pada Kemandirian Anak Bunda Rahma tidak pernah mendampingi anak mengerjakan PR. “Saya yakin dengan kemampuan dia, sehingga dia berusaha banget untuk belajar secara mandiri,” tuturnya. Ia juga membiasakan anak mengurus keperluan sekolahnya sendiri sejak SMP dan melarang keras perilaku menyontek demi menanamkan nilai kejujuran.

  • Membekali Anak dengan Skill Spesifik Anak diberikan bekal keterampilan khusus yang membuat mereka memiliki rasa bangga (pride) dan kepercayaan diri saat bersosialisasi di tengah masyarakat.

  • Membentuk Mental yang Tangguh Kekuatan mental sangat penting untuk membentengi anak-anak dari berbagai tantangan dan pengaruh negatif di dunia luar.

Les mengaji privat menggunakan buku Alifun
Prestasi yang dicapai oleh Aisha Nadine & Aulia Nadia Anak dari bunda Rahmawati dan Peserta dari COC season 2 & 3.

Dari Coba-Coba Menjadi Grand Master Internasional

Tumbuh di kota kecil di Kalimantan Timur dengan fasilitas yang terbatas tidak membuat Bunda Rahma kehabisan akal. Ia dituntut kreatif mencari kegiatan positif untuk anak-anaknya.

Awalnya, Aisyah mencoba berbagai bidang, mulai dari menggambar, bermain piano, hingga sepatu roda, sebelum akhirnya menemukan passion di olahraga catur dan memori. Mengikuti jejak sang kakak, Nadya sempat unggul di bidang renang dan vokal sebelum akhirnya juga mencetak prestasi gemilang di bidang memori.

“Saya tipikal orang tua yang kalau kamu bilang iya, maka akan saya maksimalkan,” tegas Bunda Rahma. Namun, ia juga tidak ragu menghentikan suatu kegiatan jika dirasa tidak sejalan dengan nilai keluarga, seperti saat Aisyah berhenti dari sepatu roda karena pertimbangan prinsip berpakaian muslimah.

Menghadapi Kegagalan Sebagai Bagian dari Proses

Perjalanan menuju sukses tidak selalu mulus. Bunda Rahma membagikan momen berkesan saat Aisyah, yang baru tiga bulan belajar memori, diikutsertakan bertanding ke Jepang dan mengalami kekalahan.

Alih-alih marah, Bunda Rahma menjadikannya bahan evaluasi. “Saya enggak marahin, tapi saya tekankan bahwa ada prosedur yang harus dia ikuti,” ujarnya. Dukungan mental ini membuahkan hasil luar biasa; hanya dua bulan berselang, Aisyah berhasil menjadi juara umum di Filipina. Ia percaya bahwa kegagalan bukanlah hal yang harus dihindari, melainkan proses esensial untuk memaksimalkan potensi anak.

Kunci Sukses Komunikasi bagi Orang Tua Bekerja

Membagi waktu antara meniti karier dan mengasuh anak sering kali menjadi tantangan berat. Bunda Rahma, yang juga sempat mengalami masa-masa sulit ini, mengaitkannya dengan pengalamannya sebagai anak adopsi yang dibesarkan dengan keras.

Alih-alih menjadikannya luka batin, ia mengubah pengalaman tersebut menjadi kekuatan. “Setiap orang punya inner child-nya sendiri. Bedanya adalah bagaimana kita memaknainya,” pesannya. Menurutnya, kunci paling krusial bagi orang tua yang bekerja adalah memaksimalkan kualitas komunikasi dengan anak dalam kondisi apa pun.

Les mengaji privat menggunakan buku Alifun
Kajian Parenting Alif Iqra bersama bunda Rahmawati dibulan Agustus 2026.

Pesan Penutup: Anak Butuh Teladan, Bukan Sekadar Nasihat

Menutup sesi Webinar Kajian Parenting Alif Iqra, Bunda Rahma membagikan pesan mendalam bagi para Ayah dan Bunda yang ingin membesarkan generasi masa depan yang kompetitif:

“Jika kita ingin menanamkan kebaikan kepada anak, maka yang harus kita perbaiki adalah diri kita dulu. Anak itu butuh contoh, bukan cuma butuh omongan. Maksimalkan usaha, maksimalkan ikhtiar, serahkan hasilnya pada Allah, dan jangan pernah putus asa.”

Dapatkan wawasan parenting inspiratif lainnya dengan bergabung di Kajian Parenting Alif Iqra setiap bulannya!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Perubahan mendadak biasanya punya pemicu spesifik: level materi yang naik terlalu cepat, pergantian guru, atau pengalaman tidak nyaman di satu sesi. Tanyakan pada anak dengan pertanyaan terbuka, dan periksa apakah ada yang berubah dalam dua sampai tiga minggu terakhir.

Sekitar 2–5 menit dikalikan usia anak. Anak 5 tahun umumnya optimal di 10–25 menit, anak 8 tahun di 16–40 menit. Lebih baik sesi pendek yang selesai dengan baik daripada sesi panjang yang berakhir dengan konflik.

Boleh sebagai pemantik di awal, tapi jangan dijadikan sistem permanen. Motivasi eksternal cenderung melemah seiring waktu. Geser perlahan ke apresiasi spesifik atas usaha anak, bukan hadiah materi atas hasil.

Sangat normal dan sering terjadi. Anak memisahkan peran: orang tua adalah tempat aman untuk merengek, guru adalah figur dengan otoritas berbeda. Banyak keluarga justru terbantu dengan menyerahkan pengajaran ke guru dan mengambil peran sebagai pendukung.

Bisa, tapi butuh pendekatan yang mengakomodasi kebutuhan bergeraknya. Sesi lebih pendek dengan jeda aktivitas fisik, atau metode yang melibatkan gerakan dan sentuhan, jauh lebih efektif daripada memaksanya duduk diam.

Kalau setelah 4–6 pertemuan anak masih menolak khusus di hari guru tersebut datang, dan tidak ada perbaikan meski sudah dikomunikasikan, penggantian guru layak dipertimbangkan. Kecocokan anak dengan pengajar adalah faktor terbesar yang menentukan program berjalan lama atau berhenti.

Cari Guru Ngaji Privat yang Tepat untuk Keluarga Anda?

Ingin tahu program mana yang paling sesuai untuk usia dan kemampuan ananda, lengkap dengan rincian biayanya? Konsultasikan langsung dengan tim kami lewat WhatsApp — gratis, tanpa kewajiban mendaftar.